CINTA 21


            Kupandangi papan reklame produk terbaru McDonald  di sepanjang jalan Routh street yang kelam diterpa dinginnya salju yang turun.Sambil memeras tenaga mengayuh sepedaku yang sudah berkarat karena sudah empat tahun bersamaku.Mungkin jika aku ikut pindah bersama orang tuaku ke Prancis,mungkin sekarang aku sedang menikmati pemandangan kota Paris yang indah di atas menara Eiffel,mungkin aku sedang memakai gaun rancangan terbaru.Tapi itu hanya mungkin,mungkin,dan mungkin.Dan pada pagi ini tampaknya sepedaku berlari lebih cepat dari biasanya,karena kurang dari setengah jam aku sudah sampai di sekolah.
            “Hey sayang”sapa Rico sambil merangkul lembut bahuku.
            “Hey”balasku sambil tersenyum.
            “Selamat ulang tahun,Sayang dan ini untukmu”
“Hah?apakah hari ini aku berulang tahun?.Sungguh aku tidak ingat.Tapi aku senang kau mengingatnya,Sayang.Dan terimakasih atas kadonya”
Yah,dialah Rico,pacarku.Kami sudah menjalin asmara setelah kenaikan kelas tujuh ke kelas delapan.Dia pintar di bidang sains,berpostur tubuh tinggi,memakai kacamata hitam andalannya.Dan yah,yang paling mengesankan karena dia cinta pertamaku.
“Segalanya untukmu,Sayang.Kau tahu?kau bertambah cantik diusiamu yang keempat belas ini.Emm..kau tahu Proffesor Nick?guru Fisika baru pengganti Proffesor Rick? .Dia mendaftarkanku untuk mengikuti olimpiade Fisika di London dan besok adalah hari pelaksanaannya”kata Rico menjelaskan.
“Wow,aku senang mendengarnya,mungkin ini kompetisi fisikamu yang ke seribu kan?”tanyaku menggoda.
“Mungkin”katanya sambil menerawang langit.
Kami berpisah kelas hari ini.Rico mengambil pelajaran Fisika bersama professor Nick,sedangkan aku mengambil pelajaran Geografi.Sialnya si pengganggu Kevin juga mengambil pelajaran Geografi.
            “Hey Viola,boleh aku duduk disampingmu?”
            “Apa kau tidak bisa mencari tempat lain?kedatanganmu membuat kepalaku mau pecah.Dan satu lagi,singkirkan wajah kepitingmu itu dari hadapanku”
            “Wah-wah,jika kau sedang marah kau bertambah cantik saja,Sayang”
            “Cukup,berhenti memanggilku seperti itu.Aku bukan pacarmu,Kepiting”
Entah sampai kapan Kevin memanggilku seperti itu.Dan ingin menjadikanku pacarnya.Harus kuakui,Kevin memang lebih keren dan lebih populer daripada Rico.Tapi harus kuakui juga,aku ingin menyeretnya ke sungai Nil dan melemparnya ke mulut ikan piranha,karena sifatnya yang menyebalkan itu.Sepulang sekolah aku tidak bisa bertemu dengan Rico karena harus mempersiapkan kompetisinya besok.Kupacu sepedaku lebih cepat dari biasanya.Jika aku memiliki kekuatan seperti Spiderman,mungkin sekarang aku sudah mengeluarkan jaring dan melayang melewati gedung-gedung pencakar langit yang hampir menyentuh matahari yang sering aku lewati ini.Aku ingin segera sampai di rumah,bertemu bibi May yang sangat aku sayangi,mengerjakan semua PR ku,dan membuka kado dari Rico.
“Hey sayang,apa kau sudah makan siang?.Kudengar dari sini sejak kau diperjalanan,perutmu sudah protes meminta sandwich keju buatanku?”kata bibi May ketika aku memasuki rumah.”Tidak Bi,aku sudah kenyang.Mungkin bibi bisa memberikan sandwichku itu pada Nyonya Rose yang sejak dari tadi merengek-rengek meminta makanan di depan rumah kita”
“Oh,si Rose itu,akan kuurus”kata bibi May.
Setelah itu aku naik keatas menuju kamarku.Kulempar tubuhku ke ranjang.Kurebahkan tubuhku sambil kupandangi langit-langit kamarku yang terbuat dari kayu jati  yang mulai berubah warna dimakan usia.Kutujukan pandanganku ke segala penjuru kamarku.Sampai pada akhirnya kulihat dua buah kado yang disusun bertumpukdi meja belajarku.”Oww,apa ini?”.Kudekati kado itu dan kuambil sebuah surat disamping tumpukan kadi itu.Perlahan kubaca surat itu…
                       
Viola sayang,
Maaf ayah dan ibu tidak bisa mengunjungimu di Chicago dihari ulang tahunmu ini.Pekerjaan kami sangat banyak sayang.Tapi mungkin kau bisa bersenang-senang dengan kado pemberian kami ini.Dan jangan lupa berkunjunglah ke pantai dimusim panas nanti…..
                                                        Salam sayang,
                                                        Ayah dan Ibu

“Huft,OK…ayah dan Ibu”.Aku sama sekali tidak berminat membuka kado dari mereka.Otakku masih menyimpan kenangan hari ulang tahunku yang ketiga belas.Saat itu hanya ada aku,bibi May,Rico,dan kue ulang tahunku saja yang merayakannya.Aku tidak butuh kado dari Ayah dan Ibuku,yang aku butuhkan sekarang ini hanyalah mereka.Seketika  aku langsung ingat kado dari Rico.Kuhampiri tasku yang bermerk” MY STYLE” ,kuambil kado yang ada didalamnya.”Inilah nasibmu Viola,bukalah dengan hati yang sangat tulus”kataku dalam hati.Perlahan kupotong pita berwarna pink yang mengikat benda berbentuk hati itu,lalu kubuka tutupnya dan sebuah kotak musik muncul dibaliknya.Kubuka kotak musik itu,dan seketika kotak musik itu mengeluarkan nada yang sangat merdu sekali hingga membuatku seperti melayang menembus batas cakrawala bersama burung-burung merpati yang terbang bebas.
             Dipagi harinya,aku bangun lebih awal dari biasanya.Rasanya senang sekali Rico akan mengharumkan nama Nestor High School di negeri William-Kate,tapi entah mengapa perasaanku berkata lain.Kali ini untuk yang kedua kalinya,sepedaku berlari cepat lagi,menembus lembutnya salju Chicago yang melapisi apa saja yang diterpanya,menerjang dinginnya udara dingin yang meremukkan tulang.Tak lama kemudian  aku sudah sampai di sekolah,aku tidak menyangka banyak karangan bunga di depan pintu gerbang sekolah.Dan semua guru memakai pakaian berwarna hitam yang merupakan warna yang sangat aku benci.
.”Maaf Proffesor Nick,ada apa ini?”tanyaku tak sabar .Proffesor Nick tidak menjawab pertanyaanku,tersirat ekspresi wajah yang sangat sedih tumbuh subur di depanku.Kami terdiam sesaat.Suasana hening menyelimuti kami bagaikan berada di gurun Sahara.Sunyi.Dan akhirnya suara Proffesor Nick memecah keheningan kami.”Kuatkanlah hatimu,Viola,Rico,dia,me…”.”Kenapa dengan rico?dia baik-baik saia,kan?”.Proffesor Nick terdiam lagi.Membisu.Hening.”Sebenarnya dia telah ditemukan tewas di lab fisika tadi pagi,sebelum sekolah dibuka,dan tanpa otak”.Apa?TANPA OTAK?.Aku yakin Proffesor Nick sedang menciptakan lelucon,lebih tepatnya sedang bermain dalam serial komedi terbaru.Tanpa pikir panjang,entah apa yang merasukiku,aku berlari menuju lab Fisika.Sesampai di lab,aku tidak menemukan siapa-siapa.Hanya ada garis polisi dan darah yang berceceran di lantai.Dimana Rico?dimana Rico?dimana Rico?jeritku dalam hati.Ditengah jeritan hatiku yang membara,tiba-tiba Kevin muncul dengan seragam berlumur darah.Otakku langsung bekerja dan menyimpulkan bahwa kematian Rico ada hubungannya dengan Kevin.Kevin mendekatiku dan ia menunjukkan benda berlendir,berbentuk setengah lingkaran diatas telapak tangannya,yang tak lain adalah OTAK,sebuah oak manusia.
“Jadi,kau yang membunuh Rico?”bentakku kasar
“Aku sudah muak melihatnya bersamamu ,Viola.Mungkin otak ini bisa kujadikan     bahan percobaan robot terbaruku”
“Hah?,apa maksudmu?kau ingin menjadikan otak Rico sebagai bahan percobaanmu?”teriakku sambil berlinang air mata.
“Viola,viola,dengar ya sayang.Aku ini sebenarnya manusia super dari abad kedua puluh tiga.Aku banyak menciptakan robot-robot untuk menghancurkan kalian semua manusia,dia abad kedua puluh satu yang suram ini”
Aku tidak tau apakah ini kenyataan atau hanya mimpiku dipagi hari ini.”OK,Viola,tugasku sudah selesai sampai disini,Aku akan kembali keabad dua puluh tiga,aku sudah muak dengan semua manusia disini”.Sekejap,Kevin menghilang begitu saja bagai kilatan petir.Tanpa jejak.sekarang aku tidak bisa merasakan perasaanku.Semua ini membuatku sedih dan amat hancur.Aku menjerit,menangis sekencang-kencangnya.Ingin rasanya aku membunuh diriku sendiri.Ya Tuhan,apa salahku?mengapa semua menjadi begini?
            Air mataku serasa habis hari ini.Kuremas tanah makam Rico yang diselimuti beribu-ribu bunga.Hari ini serasa kiamat bagiku.Tak ada lagi tawa Rico,tak ada lagi perhatian Rico,tak ada lagi Rico.Ditengah tangisanku yang pilu,sebuah tangan yang besar telapaknya melebihi telapak tanganku menyentuh bahuku lembut.Seketika aku langsung menoleh,dan RICO yang menyentuh bahuku itu.Hah?ini pasti mustahil.Rico berdiri tegak dengan dua kakinya yang kuat dihadapanku.Ingin kukeluarkan beberapa kata dari mulutku,tetapi seperti ada bom atom yang menyumbat mulutku.
            “Hey Viola,apa kabar?mengapa kau menangis?”
Sekejap aku menoleh dan aku tidak bisa berbuat apa-apa,hanya terdiam berdiri tegak mematung bagaikan patung Liberty di USA.
            “Rico?”kau…tapi kau sudah…”tiba-tiba bulu kudukku berdiri tegak
“Kau pasti kaget,kan?.Sebenarnya kau lucu sekali,Viola.Kau sama sekali bukan menangisi pacarmu yang asli,ha ha ha”
“Aku tidak mengerti maksudmu?”.Kupajang muka yang benar-benar sama pucatnya dengan mayat yang diawetkan.
“Jadi,sebenarnya Rico yang selama ini bersamamu itu hanya robot buatan Kevin,dan emm..akulah Rico yang asli”kata Rico sambil tertawa.Tubuhku yang sejak tadi kaku sekarang menjadi sangat rileks seperti disiram air hangat dari surga.
“Jadi,kaulah Rico yang asli?yang selama ini bersamaku hanyalah besi bernyawa?”
“Iya sayang,aku sudah bosan hidup diabad dua puluh tiga bersama Kevin.Disana ia mengambil otakku dan memasukkannya kedalam robot buatannya yang sangat mirip denganku,dan mengirim robot itu keabad dua puluh satu ini .Selama otakku dipakai oleh besi bernyawa itu,aku hanya tertidur didalam tabung berisi bahan pengawet manusia.Dan seharusnya kau berterimakasih kepada Kevin.Dengan ia membunuh Rico jadi-jadian itu,berarti Rico yang asli telah mendapatkan otaknya kembali,ha ha ha.Jadi mulai sekarang maukah kau menjadi pacarku lagi?”.
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Rico itu karena rasa senang dihatiku telah kembali seutuhnya.Aku tidak tau mengapa aku langsung percaya ucapan  Rico ini.Belum sempat aku menjawab pertanyaan Rico,Rico telah menarikku ke dalam pelukannya yang hangat.Didalam pelukannya aku berbicara pelan.Kata yang kuucapkan adalah “AKU MAU MENJADI PACARMU,RICO”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar